Dipertanyakan 230 Honorer di Nabire Belum Diangkat MENPAN

31 May 2013 | Administrator | Berita Nabire

NABIRE – Pengangkatan tenaga honorer di lingkungan Setda Nabire kategori satu yang berjumlah sekitar 230 orang belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara dikabarkan, dari pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) RI menyampaikan ada sekitar 261 tenaga honorer yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria dalam pengangkatannya.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nabire, Drs. Petrus Agapa, kepada media ini menyampaikan soal pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS di Nabire ini pihaknya dibuat bingung oleh MENPAN atau oleh BKN Pusat.
Pasalnya, jelas Petrus Agapa, tenaga honorer Nabire awalnya berjumlah sekitar 332 orang. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Sekda Nabire, melalui kepala-kepala SKPD itu ternyata tenaga honerer di Kabupaten Nabire hanya 230 orang. Mereka ini mulai bertugas sejak dan sebelum tahun 2006 lalu sampai sekarang.
Terang Kepala BKD ini, dari data dan kenyataan di lapangan dan telah melalui hasil uji publik ini, kemudian dilaporkan ke Menpan melalui BKN pusat, ternyata yang semestinya dari jumlah ini ditetapkan Nomor Induk Pegawai (NIP), tetapi Menpan melakukan pemeriksaan sebelumnya lagi dan menyatakan serta mengumumkan untuk Kabupaten Nabire sekitar 261 tenaga honorer tidak memenuhi criteria untuk diangkat menjadi PNS.
Mereka ini periksa data-data di sana, menurut Petrus Agapa, pihaknya disini melalui Sekda periksa orang-orang atau tenaga honorer yang ada di daerah ini. Jadi data-data yang dikirim atau diperiksa Menpan itu data tahun 2009, sementara dirinya dan Setda periksa data tahun 2012.  Untuk itu semestinya Menpan yang periksa itu data yang telah diperbaharui bukan data yang lama.
Dan yang harus ditetapkan NIP itu data yang terbaru itu, bukan periksa data yang lama. Sehingga, tambahnya, Menpan melalui BKD Provinsi Papua telah mengeluarkan penetapan bahwa sekitar 261 honorer dari data lama 332 sebelumnya itu dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Untuk itu terkait hal ini, BKD Nabire tidak mengumumkan, lantaran menilai bahwa data yang dipakai Menpan ataupun melalui BKN pusat tersebut itu adalah data lama.
Ini yang kami mau klarifikasi, imbuh Petrus, ke Menpan dan mempertanyakan mengapa masih menggunakan data lama dan telah mengeluarkan penetapan sekitar 261 tenaga honorer dinyatakan TMK. Aturan menyatakan bahwa tahun 2012 tenaga honorer baik yang ada di pusat, provinsi maupun di daerah harus diangkat tuntas, baik kategori 1 maupun kategori 2.
Mengapa ternyata aturan itu tidak terjadi seperti yang diamanatkan. Malah sebaliknya sudah menginjak di tahun 2013 yang telah jalan di bulan kelima, belum juga ada pengangkatan tenaga honorer di Nabire.
“Ini yang tidak jelas dan yang kedua Menpan melakukan verifikasi dan falidasi data yang lama, yang semestinya menggunakan data baru kami yang telah diuji publik,” tandasnya seraya menambahkan yang seharusnya dari 230 yang sudah kami laporkan ke Menpan tersebut yang diterbitkan NIP nya.
Untuk itu pihaknya meminta dan memohon sekarang untuk kiranya data honorer yang telah diuji publik tersebut dan sudah dilaporkan itu diangkat menjadi PNS. Setelah itu, barulah kita bicara tentang pengangkatan honorer kategori dua.
“Inikan dalam rangka kesinambungan antara kategori 1 berapa dan berapa pula yang diterima kemudian juga jumlah pada kategori 2, sehingga jelas terkait jumlah dan kebutuhan pegawai yang ada di daerah ini,” akhirnya.

 

sumber : http://www.papuaposnabire.com/index.php/nabire/265-dipertanyakan-230-honorer-di-nabire-belum-diangkat-menpan